Review Film Dragon Ball Super: Broly – Sebuah Kejutan yang Menyenangkan

  • Share

Cukup Sinematis buat Mengingatkan pada Film Sci-Fi dan Anime Klasik

Film Dragon Ball Super: Broly membuktikan kalau franchise Dragon Ball masih memiliki potensi buat mengembangkan ceritanya lebih luas lagi lewat cerita manusia Saiya yang terlupakan dan planet-planet misterius di semestanya. Film ini terasa klasik tetapi dengan kualitas visual yang modern. Walau didominasi oleh pertarungan yang dahsyat, film ini juga memiliki hati lewat cerita planet Vegeta dan Broly yang mengharukan.

Sehabis berhasil menyelamatkan alam semesta dari turnamen yang diikutinya di serial anime Dragon Ball Super, Goku masih terus berlatih buat menjadi lebih kuat karena ia berpikir akan sering ada lawan yang lebih kuat. Dan ternyata memang benar. Goku dan teman-teman harus bertarung habis-habisan menghadapi lawan tangguh yang belum pernah mereka hadapi sebelumnya. Ia yaitu Broly, seorang manusia Saiya dengan potensi kekuatan yang luar biasa.

Cukup sinematis buat mengingatkan pada film sci-fi dan anime klasik

Sebenarnya saya tidak berharap terlalu banyak dari film anime Dragon Ball karena biasanya akan didominasi oleh pertarungan dan memiliki cerita yang tidak terlalu menarik, terlebih lagi apabila ceritanya tidak canon.

review dragon ball super broly indonesia
Via IMDb

Namun ternyata, film Dragon Ball Super: Broly yaitu sebuah kejutan yang sungguh menyenangkan karena film anime ini memiliki cerita yang sungguh menarik dan adegan pembuka serta opening credit yang cukup sinematis buat terlihat seperti film fiksi ilmiah dan anime klasik.

Awal babak pertama film ini membawa kita ke masa terus di ketika planet Vegeta dan bangsa Saiya masih ada dan dijajah oleh Frieza. Cerita ini terasa sungguh fresh dan memiliki nuansa film sci-fi klasik yang kental dalam animasi 2D.

Teknologi di dalam pesawat model lama miliki pasukan Frieza mengingatkan pada teknologi di film-film seperti Alien dan Blade Runner. Sedangkan adegan tengah Broly kecil dan ayahnya berada di sebuah planet penuh alien dan sering diterpa badai mengingatkan pada film Aliens.

Bagian awal film Dragon Ball Super: Broly pun terasa semakin sinematis tengah opening credit-nya hadir dengan iringan scoring yang menimbulkan perasaan nostalgia pada film-film anime klasik.

Selain cerita masa terus yang sungguh apik, film ini juga memiliki kekuatan di karakter Broly yang namanya sendiri menjadi judul film ini. Kisah Broly sebagai manusia Saiya yang memiliki potensi tidak terbatas ini sungguh epik dan juga memilukan. Ia berhasil menjadi karakter yang sungguh menarik layaknya Goku dan teman-teman. Sepertinya karena karakternya memang didesain ulang dan ditulis sendiri oleh sang pencipta Dragon Ball, Akira Toriyama.

World building dan karakter baru yang apik ini membuktikan kalau cerita Dragon Ball masih memiliki potensi buat berkembang lebih luas lagi. Masih banyak sudut alam semesta yang dapat digali oleh salah satu franchise anime yang paling berpengaruh ini.

Sayangnya, kisah Broly terasa masih kurang dalam artian durasi yang relatif pendek. Saking asyiknya, saya tidak akan keberatan apabila seluruh film ini hanya fokus kepada Broly daripada Goku. Tetapi tampaknya, kisah Broly memang disimpan buat dikembangkan lagi di serial animenya nanti.

Berisi pertarungan yang dahsyat

Sebagai film anime Dragon Ball, telah pasti film ini akan berisi banyak adegan pertarungan yang dahsyat. Dan Tatsuya Nagamine (One Piece Film Z) selaku sutradara sukses menyajikannya dengan sungguh baik.

ulasan dragon ball super broly
Via IMDb

Setiap pertarungan diwujudkan dengan animasi yang memukau dan untungnya penggunaan CGI di dalamnya juga tidak dominan. Film ini memperlihatkan bagaimana Goku dan Bejita kewalahan melawan Broly yang bahkan belum dapat menjadi Super Saiyan. Ia mampu mengimbangi setiap transformasi Goku dan Bejita.

Pertarungan manusia Saiya ini semakin sedap tengah nama mereka dinyanyikan bagaikan sebuah war cry, seolah-olah kita menyaksikan sebuah duel terakbar di abad ini.

Adegan aksi terlalu lama dan ada perubahan tone

Walau sungguh memuaskan, adegan pertarungan dalam film Dragon Ball Super: Broly terasa terlalu lama. Selain itu, film ini juga terasa mengalami perubahan tone yang drastis, adalah dari film anime klasik yang serius menjadi film anime shounen kebanyakan.

Bila saja tone serius itu dipertahankan di sepanjang film, boleh jadi film ini akan menjadi film anime yang sempurna, paling tidak buat saya.

review dragon ball super broly indonesia
Via IMDb

Tetapi tetap film Dragon Ball Super: Broly yaitu sebuah kejutan terutama buat film anime yang diangkat dari serial anime karena rata-rata film serupa memiliki karakter pendukung yang lemah dan cerita yang biasa saja.

Bicara perihal apa yang hendak disampaikan oleh film ini, Dragon Ball Super: Broly masih menceritakan perihal upaya terkuat seorang petarung buat menjadi yang terbaik karena di atas langit masih ada langit. Sedangkan kisah Broly menceritakan apa akibatnya apabila anak dipaksa buat memenuhi ekpektasi dan ambisi personal seorang ayah.

Film Dragon Ball Super: Broly mulai tayang di bioskop Indonesia pada tanggal 20 Februari 2019.

Rating: 4/5


Genre: Animation, Action, Fantasy

Sutradara: Tatsuya Nagamine

Penulis: Akira Toriyama (pencipta karakter, screenplay)

Seiyuu: Masako NozawaAya HisakawaRyô Horikawa

Review Overview

Kesimpulan

Film Dragon Ball Super: Broly memiliki adegan pembuka yang cukup sinematis buat mengingatkan pada film-film sci-fi klasik. Selain itu, film ini memiliki cerita dari karakter pendukung yang cukup kuat, berbeda dari film anime sejenisnya.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *