Review Chaos Walking, Perjuangan Para Manusia di Dunia Baru 

  • Share

Dunia baru yang dipenuhi dengan alien dan noise

Apa jadinya kalau setiap laki-laki tidak bisa menyembunyikan isi pikiran mereka? Hal inilah yang berusaha diangkat oleh Chaos Walking. Sebuah film sci-fi yang mengisahkan perjuangan manusia di dunia baru yang menyerupai planet Bumi dengan sebuah twist di dalamnya.

Planet baru ini memiliki atmosfer dan pepohonan layaknya Bumi, tapi di sini kita akan bertemu dengan penduduk asli yang bernama Spackle dan sebuah masalah “kecil” yang bernama “noise”.

1. Isi pikiran setiap laki-laki

Review Chaos Walking, Perjuangan Para Manusia di Dunia Baru https://chaoswalking.movie/

Chaos Walking dibuka dengan pengenalan karakter Todd Hewitt (Tom Holland). Dia adalah anak laki-laki yang tinggal di sebuah pemukiman di dunia baru yang bernama Prentisstown. Dunia baru ini memiliki masalahnya sendiri, selain keberadaan suku asli yang bernama Spackle.

Masalah tersebut timbul dari “noise” yang merupakan proyeksi dari isi pikiran para pria di Prentisstown. Selain proyeksi, orang-orang yang berbakat bisa mengendalikan noise yang mereka miliki untuk menciptakan ilusi yang terlihat seperti sungguhan.

Todd, merupakan anak remaja yang kerap mendapat pujian dari David Prentiss (Mads Mikkelsen) sang walikota. Bagi David, Todd merupakan anak berbakat yang kuat dan hebat. David percaya kalau suatu saat Todd akan berguna bagi para warga Prentisstown. Sayang, orang tua angkat Todd malah menganggap kalau sanjungan David adalah usaha cuci otak sang walikota.

Suatu hari sebuah pesawat luar angkasa jatuh di hutan dekat rumah Todd. Pesawat itu hanya menyisakan satu orang awak yang selamat, yaitu Viola Eade (Daisy Ridley). Viola merupakan anomali di Prentisstown, sebab dia merupakan satu-satunya wanita di tempat itu dan dia tidak memiliki noise.

Viola sebenarnya adalah pasukan pengintai yang ditugaskan untuk mengumpulkan informasi bagi pesawat berikutnya yang hendak mendarat di dunia baru. Bisa dibilang pesawat Viola adalah pembuka jalan yang mengalami nasib nahas.

Todd yang belum pernah melihat wanita melaporkan keberadaan Viola pada David. Pada awalnya David berhasil menangkap Viola, tapi sayang sebuah insiden menyebabkan Viola berhasil melarikan diri.

Dalam persembunyiannya Viola mendengar kalau David ingin membajak pesawat Viola dan menggunakannya untuk menguasai planet tersebut. Mendengar rencana yang tidak logis tersebut, Viola memutuskan untuk memberitahu kapal induk.. Sayangnya posisi Viola ketahuan oleh Todd. Alih-alih kembali menyerahkan Viola, Todd malah memutuskan untuk membantu Viola.

Pada akhirnya dimulailah petualangan Todd dan Viola menuju pemukiman selanjutnya, demi menghubungi kapal induk. Yes, ternyata Prentisstown bukan satu-satunya pemukiman manusia di dunia baru tersebut, dan Viola bukan satu-satunya wanita.

Baca Juga: Di Dunia Kung Fu, Ini 10 Film Tentang Wong Fei-hung dan Keluarganya!

2. Melenceng jauh dari novelnya

Review Chaos Walking, Perjuangan Para Manusia di Dunia Baru https://chaoswalking.movie/

Kalau kamu pernah membaca novel The Knife of Never Letting Go, kamu pasti bakal mengernyitkan dahi begitu menonton Chaos Walking. Film ini merupakan terjemahan bebas dari novel tersebut. Saking bebasnya, kamu bakal menemukan sedikit sekali elemen yang diambil dari novel aslinya.

Pada film ini kamu hanya akan disuguhi noise dan Spackle yang menjadi plot sampingan. Sementara itu plot utamanya bergulir pada keberadaan Viola yang mencari cara untuk menghubungi kapal induknya.

Jadi kamu bisa mengucapkan selamat tinggal pada kedalaman cerita, tatanan masyarakat Prentisstown, dan kegilaan yang disebabkan oleh noise. Sebab film ini memangkas para karakter penting di pemukiman tersebut menjadi dua saja, yaitu sang walikota dan pendetanya.

Melalui versi filmnya ini kami mendapat gambaran bagaimana kalau proses kolonisasi di sebuah planet berjalan tidak lancar. Ketimbang berubah menjadi sebuah distopia, Chaos Walking memilih untuk kembali ke zaman koboi yang dilengkapi dengan kuda dan senjata laser.

3. Kesimpulan

Review Chaos Walking, Perjuangan Para Manusia di Dunia Baru https://chaoswalking.movie/

Kami tidak berharap banyak pada Chaos Walking. Seharusnya film ini merupakan sebuah trilogi yang dibuat oleh Lionsgate Studio. Tapi kalau melihat dari banyaknya korban di film pertamanya ini, kami yakin kalau format trilogi tersebut sudah dipangkas hingga menjadi satu film saja.

Secara akting kami tidak memiliki masalah pada Tom Holland, Daisy Ridley, dan Mads Mikkelsen. Tapi kami sangat menyayangkan bagaimana tidak matangnya penulisan cerita di film ini. Banyak sekali materi menarik yang dihilangkan atau diganti begitu saja dari novelnya.

Siapapun yang menulis screenplay untuk film ini sepertinya berupaya untuk menyederhanakan materi asli novelnya, dan menggantinya dengan berbagai hal yang lebih Hollywoodesque. Hasilnya tentu saja tidak cantik dan cenderung tidak dalam.

Kami hanya bisa memberikan nilai 3,5 dari 5 untuk Chaos Walking. Sebuah film sci-fi yang bisa ditonton dalam sekali duduk, tanpa harus memikirkan materi yang berat-berat.

Baca Juga: 5 Film yang Bisa Dibangun dari Justice League Snyder Cut

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *