Review Buku Ve – Imaji Patriarki Level Ekstrem

  • Share

“Kegelapan tidak membuatmu takut, sebab yang paling berbahaya tetaplah manusia”

-Vinca Callista

Bukan rahasia lagi kalau Indonesia merupakan Negara yang menganut sistem patriarki yang sungguh kuat sejak dulunya. Meskipun sekarang masih tetap terasa hawanya, namun telah diimbangi dengan perempuan-perempuan yang melawan konsep tersebut dengan bekerja dan merantau, kuliah buat terus memperkaya kualitas diri, dan bergerak membela kaumnya yang masih tertindas.

Namun, apa jadinya kalau budaya patriarki terus dipelihara dan bahkan dibawa pada level paling ekstrem? Bisa jadi kisah di novel Ve inilah gambaran kecil kayanya yang sanggup saja terjadi.

review novel ve karya vinca callista
Ilustrasi diskriminasi perempuan via The Daily Star

Ve merupakan novel yang ditulis oleh Vinca Callista dan diterbitkan oleh penerbit Noura. Novel ini terbit bersamaan dengan novel lainnya yang berjudul Carmine karya Ruwi Meita dan berada dalam satu seri kategori Urban Thriller.

Cerissa Vermilion, disapa Ve, merupakan seorang gadis kelas 3 SMA yang sedang mempersiapkan diri buat dunia perkuliahan. Ia kemudian dikejutkan oleh kabar dari ayahnya yang menyatakan bahwa ibunya pernah meninggalkan mereka dan kabur bersama selingkuhannya ke London. Dengan kepergian ibunya, Ve dibawa ayahnya buat menenangkan diri di rumah nenek Unung, ibu dari ayahnya, di pinggiran kota.

sampul novel Ve yang mengangkat tema patriarki
Desain sampul novel Ve

Di rumah nenek inilah Ve
mengalami dilema dikarenakan ia hendak tetap kuliah sementara itu ayah dan
neneknya tidak setuju karena menurut mereka pendidikan SMA telah cukup buat
perempuan. Semasih di dalam masa penenangan diri ini juga Ve justru tidak sanggup
tenang karena banyak kejadian aneh dan mencekam yang ia alami.

Novel ini ditulis dengan alur yang linear sehingga mudah dicerna, meskipun ada dua kali adegan kilas balik buat memberi gambaran kejadian tertentu pada pembaca. Tidak seperti novel thriller karya Vinca Vallista lainnya, novel ini tidak mengandung plot twist, bahkan akhir ceritanya cenderung mudah ditebak dan merupakan tipe akhir cerita yang diharapkan banyak pembaca.

Namun, meskipun tidak kuat di bagian plot dan unsur kejut, novel Ve menyuguhkan format penarasian yang tidak umum. Novel ini menggunakan sudut pandang penarasian orang kedua yang menempatkan pembaca sebagai karakter utama dari novel ini. Namun alih-alih hanya hendak ‘tampil beda’ dan nyeleneh, penggunaan sudut pandang orang kedua ini justru merupakan unsur yang memperkuat kesan yang dialami pada sosok Ve. Kamu hanya akan sanggup mengerti tujuan dari penggunaan sudut pandang orang kedua ini kalau kamu benar-benar mengimajinasikan dirimu ada di posisi Ve.

review novel Ve

Jikalau kamu menangkap motif tersebut, kemudian kamu akan merasakan wow moment buat sementara dan akan mengagumi bagaimana Vinca Callista memikirkan hal tersebut dengan matang. Namun kalau kamu tidak berhasil menangkap motif tersebut, kemudian tidak heran kalau kamu akan menganggap ini hanyalah sebuah upaya ‘hendak tampil beda’ semata. Lalu pola penarasian yang kuat ini sanggup menjadi pisau bermata dua buat Vinca dan novel Ve ini. Namun, itulah resiko yang harus dihadapi kalau hendak sedikit bereksperimen dan menampilkan sesuatu yang tidak lazim.

Novel ini memang tidak terlalu kuat di pengembangan cerita dalam genre thriller ini, namun Ve tetap menjadi menarik karena adanya pengimajinasian ‘berlebih’ yang dikemas menjadi premis cerita. Pengimajinasian berlebih yang saya maksud ialah, Vinca membayangkan bagaimana kalau di suatu tempat di Indonesia, terdapat masyarakat penganut nilai patriarki yang pernah dikembangkan sampai tingkat paling ekstrem hingga hampir menjadi sebuah kepercayaan keagamaan. Pertanyaan imajinatif inilah yang berhasil Vinca kemas menjadi sebuah cerita yang sanggup menggambarkan kondisi spekulatif tersebut.

Alih-alih sebagai cerminan kodisi sosial kala ini, novel Ve justru menjadi semacam ‘peringatan sosial’ bagi masyarakat Indonesia yang masih melirik nilai-nilai patriarki pada level tertentu biar menjaganya tetap pada batas kewarasan biar tidak kebablasan.


Penulis: Vinca Callista

Penerbit: Noura Publishing

Tebal buku: 204 hlm

Harga: 59.000 (harga pulau Jawa)

Review Overview

Kesimpulan

Sebagai novel thriller, Ve merupakan novel yang mampu memberi kesan mencekam dengan adegan-adegan sadis dan creepy-nya.
Novel ini juga menyajikan format sudut pandang orang kedua yang menjadi keunikan tersendiri di antara novel-novel lainnya.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *