Review Film Mia and the White Lion (2019) – Unik dan Mengharukan

  • Share

Masih ingatkah kamu film mengenai perjalanan manusia dengan hewan buas seperti Life of Pi? Nah, StudioCanal mengeluarkan film serupa berjudul Mia and The White Lion. Film yang disutradarai oleh sutradara Perancis Gilles de Maistre (Ferocious, Killer Kid) dan ditulis oleh Prune de Maistre dan William Davies ini terinspirasi dari kunjungan Maistre ke sebuah penangkaran singa di Afrika Selatan. Sesuai dengan judulnya, film ini berceritakan mengenai hubungan erat manusia dengan seekor singa putih.

Kehidupan Mia (Daniah De Villiers), gadis berusia sebelas tahun, terguncang karena terpaksa meninggalkan London tempat ia dibesarkan dan pindah ke Afrika Selatan seusai keluarganya memutuskan buat mengelola tempat penangkaran singa milik kakeknya. Tidak setuju buat pindah, Mia merasa kurang bahagia di rumah barunya hingga seekor singa putih yang cantik bernama Charlie, lahir. Mia menemukan kebahagiaannya lagi dan membuat ikatan emosional dengan bayi singa mungil nan lucu itu.

Saat Charlie mencapai usia tiga tahun dan Mia empat belas tahun, kehidupan Mia sekali lagi terguncang selagi ia mengungkap rahasia menyakitkan yang disembunyikan oleh ayahnya, John (Langley Kirkwood) selagi ini. Merasa bingung karena Charlie berada dalam situasi yang berbahaya, Mia pun memutuskan buat melarikan diri bersama sang singa putih dengan melakukan perjalanan yang luar biasa melintasi sabana Afrika Selatan.

rating film mia and the white lion bahasa indonesia
Via IMDB

Yang membuat film ini sungguhlah menarik buat disaksikan merupakan Charlie si singa diperankan oleh singa putih asli, bukan dibuat dengan CGI. Menarik, bukan? Syutingnya pun juga memakan waktu tiga tahun mengikuti tumbuh kembang singa putih tersebut.

Menonton film Mia and the White Lion secara tidak langsung kita juga ikut menjadi saksi perkembangan fisik anak yang masih dalam pertumbuhan yakni Mia, Adiknya, dan juga Charlie si singa secara real.

Akting Daniah De Villiers patut diacungi jempol, karena mampu memerankan anak gadis yang langsung berhadapan dengan singa putih asli selagi tiga tahun buat film ini. Tentunya dibutuhkan nyali yang sungguh besar buat memainkan peran Mia yang sungguh liar dan tidak punya rasa takut sedikit pun pada singa putih mulai dari selagi singa tersebut masih bayi dan imut sampai menjadi singa besar yang terlihat sungguh buas dan menyeramkan.

Karena Charlie diperankan langsung oleh singa putih asli, beberapa adegan yang melibatkannya dengan tokoh lain seperti ibu Mia, Alice (Mélanie Laurent) dan juga adiknya, Mick (Ryan Mac Lennan) kerap menjadi kejutan karena Charlie terlihat seperti singa besar yang hendak menyerang tiba-tiba.

review mia and the white lion indonesia
Via IMDB

Hubungan emosional yang kuat antara Mia dan Charlie menjadi kekuatan film ini. Perlakuan Charlie kepada Mia akan membuat perasaan iri para penonton yang mencintai binatang khususnya kelas mamalia felidae (Kucing, Macan, Singa).

Hubungan dua sahabat ini membuat hati berdebar antara takut dan sungguh senang. Dan tentunya, sebagai film yang mengangkat hubungan manusia dan binatang, tak jarang film ini sukses membuat hati sedih dalam beberapa adegannya.

Yang membuat film Mia and the White Lion sungguh sempurna buat para pencinta binatang merupakan film ini tidak hanya menampilkan singa saja, tetapi di sepanjang film, penonton juga akan menyaksikan hewan-hewan liar lain seperti jerapah, zebra, gajah dan hewan yang biasa kita lihat di siaran National Geographic.

review film mia and the white lion
Via IMDb

Selain itu, karena dibuat di Afrika Selatan, penonton juga akan dimanjakan di sepanjang film dengan pemandangan eksotis dan khas dari negara tersebut. Ditambah lagi dengan pemandangan kehidupan di Afrika yang juga ikut menambah kebahagiaan selagi menonton film Mia and the White Lion.

Cerita film ini telah sanggup dibilang cukup apik karena plotnya tidak mudah ditebak dan mempunyai konflik menyayat hati serta penyelesaian haru yang sungguh unik. Namun begitu, Mia and the White Lion masih mempunyai kekurangan. Film ini terlalu cepat menceritakan perkembangan dari Charlie sehingga banyak momen-momen berharga dari pertumbuhan si singa putih yang boleh jadi tidak ditampilkan dalam film.

Bagaimana pun juga, perjuangan Maistre dalam mewujudkan film Mia and White Lion menjadikan film ini worth it buat ditonton. Karena film perihal pelestarian hewan langka ini mempunyai banyak pesan kuat yang membuat hati kita tergerak dan hendak ikut mendukung program-program suaka margasatwa. Bukan hanya diam saja dan melihat hewan langka terancam punah oleh ulah manusia-manusia yang tidak bertanggung jawab.

Film Mia and The White Lion akan tayang di bioskop Indonesia kesayangan anda mulai 27 Februari 2019

Rating: 3.3/5


Genre: Adventure, Drama, Family

Sutradara: Gilles de Maistre

Penulis: Prune de Maistre (screenplay, original idea), William Davies (screenplay) Gilles de Maistre (original idea)

Bintang: Daniah De VilliersMélanie LaurentLangley Kirkwood 

Review Overview

Kesimpulan

Film Mia and the White Lion memiliki kekuatan pada hubungan emosional yang kuat antara Mia dan Charlie yang diperankan langsung oleh singa putih asli. Ditambah pula dengan film ini menampilkan tumbuh kembang para bintangnya selagi tiga tahun masa pembuatan film.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *