Review Film Green Book (2019) – Kisah Persahabatan di Tengah Rasisme

  • Share

Sebuah film memang mampu terinspirasi dari mana saja. Dapat dari kisah fiksi atau mampu juga dari kisah nyata. Film berdasarkan kisah nyata kerap memiliki daya tarik tersendiri bagi penikmat film karena biasanya sarat akan makna yang mampu dipetik. Film Green Book contohnya, yang diangkat dari kisah nyata perihal persahabatan berbalut komedi yang layak jadi tontonan di awal tahun ini.

Film garapan sutradara Peter Farrelly ini mengangkat kisah persahabatan antara seorang pianis terkenal asal Jamaica adalah Don Shirley yang diperankan oleh aktor pemenang Oscar, Mahershala Ali (Moonlight), dengan seorang bouncer atau “satpam” klub malam adalah Tony Lip yang diperankan oleh nomine Oscar, Viggo Mortensen (Eastern Promises, Lord of The Rings). Kisah ini berawal dari Don Shirley yang membutuhkan seorang supir buat mengantarkannya ke tur konsernya. Tony Lip menerima pekerjaan itu berhubung klub tempat ia bekerja sedang renovasi.

Film Green Book mengisahkan bagaimana dua orang dengan latar belakang dan karakter yang amat berbeda berjalan dalam satu tujuan. Don Shirley merupakan orang yang memiliki sikap baik, tenang dan terdidik yang membuatnya menjadi seorang pianis terkenal. Tetapi, di balik itu ia sendiri tetap tidak merasa bahagia karena walaupun dipuji dan terkenal, ia masih merasakan diskriminasi sebagai orang kulit hitam yang pada zaman itu diperlakukan berbeda.

review film green book indonesia
Via IMDB

Sedangkan Tony Lip merupakan seorang bapak yang dari kecil telah hidup dalam dunia yang keras. Hidup di jalanan membuatnya menjadi sosok yang sembrono, kasar, dan liar. Lalu selagi ia menerima pekerjaan menjadi sopir dari seorang berkulit hitam, banyak orang sekitarnya yang tidak percaya karena ia sendiri tidak menghormati orang-orang kulit hitam.

Kisah perjalanan tur konser Don Shirley dan sopirnya, Tony Lip, menjadi amat menarik karena dua orang yang berbeda ini harus bersama sepanjang delapan minggu. Berbekal Green Book, sebuah panduan rute aman bagi kaum kulit hitam, perjalanan mereka melewati daerah Deep South menjadi sebuah proses mengenal dan memengaruhi satu sama lain dan tidak jarang menimbulkan pertikaian.

Film Green Book berhasil membawa suasana Amerika tahun 1960-an ke dalam layar dengan amat baik. Mulai set lokasi, properti, hingga tata kostum para pemain amat diperhatikan dengan jeli sehingga terlihat amat natural. Begitu pula dalam menampilkan diskriminasi ras terhadap kaum kulit hitam yang masih amat kental pada masa itu. Mulai dari tidak boleh makan bersama dengan orang kulit putih, hingga tidak boleh menggunakan fasilitas umum dengan bebas.

film persahabatan antar ras
Via IMDb

Perlakuan diskriminatif yang ditemui oleh dua protagonis kita sepanjang road trip membuat perkembangan karakter mereka amat terasa. Don Shirley harus mempertahankan martabatnya di tengah penolakan terhadap rasnya sedangkan Tony Lip mengalami dilema apakah ia harus membela majikannya atau mengikuti pandangan banyak orang yang memandang rendah kaum kulit hitam.

Isu penting ini kemudian dikemas amat baik dengan jalan cerita yang ringan dan dibalut komedi terutama humor yang hadir dari sosok Tony Lip. Membuat film Green Book amat lucu, memilukan sekaligus mencerahkan, tetapi juga amat mudah dinikmati.

Karena film ini bercerita perihal seorang musisi, lalu pilihan musik latar pun cukup memberi kesegaran sepanjang menonton sekaligus membuat kita mengenal kepiawaian berpiano seorang Don Shirley.

review film green book indonesia
Via IMDb

Pada penghargaan Golden Globe 2019 kemarin, film ini berhasil masuk dalam 5 nominasi dan memenangkan 3 kategori adalah buat film drama komedi terbaik, naskah terbaik, dan pemeran pembantu terbaik buat Mahershala Ali.

Lebih hebatnya lagi, kala ini Green Book juga berhasil menjadi nomine Oscar 2019 lagi-lagi sebanyak 5 kategori adalah buat kategori film, naskah, editing serta aktor pemeran utama dan pendukung terbaik yang pemenangnya akan diumumkan pada 25 Februari mendatang.

Jumlah penghargaan ini memang terbukti lewat pemampilan memukau duo aktor kelas berat seperti Viggo Mortensen dan Mahershala Ali selagi membawakan dua tokoh nyata dalam sebuah film yang mengangkat isu penting ini.

ulasan film green book
Via IMDb

Secara umum, Green Book akan membuktikan apakah seorang Tony Lip  mampu bertahan menjadi sopir seorang kulit hitam dan apakah Don Shirley mampu mempertahankan martabatnya di tengah penolakan keras terhadap dirinya dan kaumnya.

Walaupun film yang diangkat dari kisah nyata lebih cendrung mampu ditebak, tetapi karena dikemas dengan cukup menarik film ini amat layak buat ditonton.

Film Green Book sudah tayang di Indonesia sejak 30 Januari 2019. Selamat Menonton!

Rating: 4/5


Genre: Biography, Comedy, Drama

Sutradara: Peter Farrelly

Penulis: Nick VallelongaBrian Hayes Currie

Bintang: Viggo MortensenMahershala AliLinda Cardellini

Review Overview

Kesimpulan

Film Green Book menampilkan kisah road trip lucu dan mencerahkan dari dua karakter yang berbeda watak dan latar belakang. Walau mengangkat isu diskriminasi ras, film ini mudah buat dinikmati karena dikemas dengan ringan dan menarik.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *