Review Buku Putri Sirkus dan Lelaki Penjual Dongeng – Luapan Imajinasi dalam Satu Narasi

  • Share

“Saya tahu, suatu hari, menjadi terkenal merupakan sesuatu yang vulgar. Saya sering menghindari hal-hal vulgar.”

-Jostein Gaarder

Pernah nggak kamu mengharapkan adanya sebuah novel yang memiliki cerita berlapis di dalamnya namun tetap dihubungkan dalam satu plot yang sama? Kalau iya, lalu buku yang akan direview dalam tulisan ini akan menjadi buku idamanmu!

Putri Sirkus dan Lelaki Penjual Dongeng merupakan buku karangan Jostein Gaarder, seorang penulis asal Norwegia yang terkenal dengan buku Dunia Sophie-nya. Seperti yang diharapkan dari karya-karya Jostein Gaarder yang khas, buku ini juga memiliki keunikan dalam segi penulisannya. Namun sebelum membahas isi buku ini, izinkan saya mengapresiasi ilustrator sampul buku ini yang berhasil melengkapi keindahan buku ini dengan ilustrasi yang terlihat seperti dunia sirkus khayalan.

Buku ini bercerita mengenai seorang pria bernama Petter yang sedari kecil memiliki kelebihan berupa imajinasi yang melimpah dari otaknya. Petter sendiri tidak mampu menghentikan alur imajinasi tersebut sehingga ia harus meluapkannya dalam bentuk tulisan maupun diceritakan pada orang lain. Selagi Petter kecil, ibunya merupakan ‘tempat’ ia meluapkan isi imajinasinya meskipun ibunya tidak mampu mengikuti pola pikir Petter kecil.

Selagi ia beranjak dewasa, Petter mulai mencurahkan ide-ide ceritanya dalam bentuk tulisan singkat yang ia sebut sinopsis. Karena ia tahu cerita yang muncul dari kepalanya merupakan sebuah cerita inti dan mentah yang amat berpotensi buat dikembangkan menjadi sebuah buku yang utuh. Sayangnya, obsesi Petter terhadap imajinasinya, terutama kisah Panina Manina sang putri sirkus, membawa dampak buruk pada kehidupannya dan juga otaknya, sehingga pada beberapa kasus ia tidak mampu membedakan ingatan dengan imajinasinya. Ia bahkan tidak ingat apakah ingatan akan masa kecilnya benar-benar ingatan atau hanya imajinasi.

Saya memiliki alasan kenapa saya menilai buku ini amat bagus, berikut hal-hal menarik dari buku ini yang membuatnya pantas buat dibaca.

Pertama, buku ini memiliki alur cerita utama mengenai Petter, namun buku ini juga memuat sejumlah cerita (sinopsis) yang ada dalam pikiran Petter. Bakal hal ini, saya ingatkan kamu buat menyisihkan ruang kosong pada otakmu sehingga dapat mencerna dan menikmati imajinasi Petter, tentunya dibutuhkan fokus yang tinggi. Buku ini depenuhi dengan imajinasi-imajinasi yang datang bertubi-tubi dan hampir sering dinarasikan dalam bentuk paragraf yang agak panjang dan detail.

Kedua, Petter merupakan tokoh protagonis dalam cerita ini, namun saya pikir Petter memiliki sisi dalam dirinya yang membuka kesempatan buat dibenci oleh pembaca dalam beberapa hal. Tentu saja ini membuat Petter menjadi karakter yang menarik dibandingkan banyak cerita dongeng yang menempatkan tokoh protagonisnya pada posisi yang sering positif.

Ketiga, pembagian bab dalam buku ini amat membantu pembaca dalam mengenal Petter dengan chapter-chapter kehidupannya. Via pembagian bab ini juga, Jostein Gaarder membantu pembaca buat memahami konflik apa yang sebenarnya terjadi dalam diri Petter.

Keempat, seperti yang kita harapkan dari karya Jostein Gaarder, buku ini juga memuat kata-kata buah pemikiran bijak yang tentunya dapat direnungi lebih dalam atau hanya sekedar buat menjadi status Facebook maupun caption foto Instagram.

Terakhir, tentunya sebuah cerita yang bagus yaitu cerita yang memiliki ending yang menarik, dan buku ini memiliki hal tersebut. Ending novel ini berhasil membuat saya cukup terkejut karena tidak sesuai dengan yang saya harapkan.

Saya amat merekomendasikan buku ini buat dibaca, apalagi kalau kamu yaitu pembaca yang menyukai cerita yang cenderung tidak realistis. Saya juga kembali mengingatkan pada calon pembaca buku ini buat menyiapkan diri dalam kondisi fokus dan tidak banyak pikiran ketika membaca buku ini, supaya dapat menikmati setiap pasokan imajinasi yang Jostein Gaarder berikan.

sampul novel putri sirkus dan lelaki penjual dongeng terbitan Mizan


Judul buku          : Putri Sirkus dan Lelaki Penjual Dongeng

Penulis                 : Jostein Gaarder

Penerbit              : Penerbit Mizan Pustaka

Tebal buku          : 259 Halaman

Rating                   : 5 / 5

Rating

Kesimpulan

Jostein Gaarder menulis buku yang penuh dengan imajinasi. Kamu bahkan harus fokus buat mampu membedakan antara imajinasi dan realita yang dialami Petter, sang tokoh utama kita. Buku ini amat direkomendasikan buat kamu yang menyukai cerita yang cenderung tidak realistis.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *