Review The Mountain Between Us – Drama Romantis Berbalut Survival

  • Share

The Mountain Between Us bercerita perihal dua orang yang baru bertemu kemudian terdampar di sebuah gunung es karena kecelakaan pesawat.  Mereka harus bertahan hidup dengan luka-luka yang dialami, persediaan makanan yang terbatas serta bertahan dari cuaca ekstrim. Tersesat digunung es dan hutan belantara mereka harus mempertaruhkan nyawa dan mengesampingkan ego biar tetap hidup. Kemudian bagaimana kisah cinta antara mereka mampu muncul? Bagaimana mereka melewati semua masalah? Siapakah yang bertahan hidup?

Dengan berseting tempat di pegunungan es, tampaknya banyak yang mengira bahwa film ini seperti film survival di sebuah gunung es layaknya film Everest. Namun, secara mengejutkan The mountain Between Us benar-benar berbeda dari ekspektasi.

Film ini merupakan adaptasi dari novel karya Charles Martin dengan judul yang sama dan mengangkat genre drama romantis dengan balutan petualangan bertahan hidup di alam liar. Film ini memiliki tokoh utama Alex Knox (Kate Winslet), yang merupakan seorang jurnalis, dan Ben Bass (Idris Elba), seorang dokter ahli saraf.

Ada variasi pada tokoh utama bila dibandingkan dengan novelnya. Alex Knox sebelumnya di dalam novel bernama Ashley Knox dan pemeran utama prianya diganti menjadi pria kulit hitam di film ini. Selain itu, walaupun memiliki plot yang memang tidak jauh berbeda dari novel dan sungguh sederhana sehingga kita mampu sedikit menerka jalan ceritanya, masih banyak juga hal yang mengejutkan di luar ekspektasi yang terjadi di sepanjang film.

Alex yang merupakan seorang jurnalis hendak berangkat menemui tunangannya buat menikah keesokan harinya, sedangkan Ben merupakan seorang dokter yang berencana mengobati pasiennya di suatu tempat. Dua orang dengan latar belakang yang berbeda ini kemudian terdampar di sebuah gunung es karena kecelakaan pesawat. Dengan dialog yang terbilang sedikit dan tidak romantis sama sekali, penulis beranggapan film ini cukup membuat lelah penonton yang tidak terlalu menyukai tema percintaan.

Namun ada sebuah scene yang sungguh menarik bagi penulis, ialah kala Alex meminta Ben buat menghidupkan musik dari HP Ben. Disana terlihat sungguh romantis sekali, dimana sutradara memilih musik yang cocok, serta akting dari kedua pemain sungguh mendukung. Alex terlihat sebagai wanita yang egois namun juga manja.

Selain itu, ada sebuah adegan yang menurut penulis cukup bagus pengemasannya. Hany Abu-Assad, sang sutradara mengarahkan adegan bercinta dari kedua aktor tersebut yang cukup lama dan benar-benar menggambarkan keadaan dan psikologi dari Alex dan Ben. Adegan ini berhasil memberikan tanda ketertarikan yang alami di antara mereka berdua.

Walaupun ada ketertarikan satu sama lain, kedua karakter memiliki ego yang sama-sama tinggi. Bagaimana mereka berdua berusaha mengesampingkan ego masing-masing buat hal yang lebih penting, ialah bertahan hidup, menjadi salah satu daya tarik dalam perkembangan hubungan mereka di film ini.

Dalam film ini, Kate Winslet benar-benar membantu suksesnya film ini. Dia bermain dengan sungguh bagus dan berhasil menyampaikan perannya kepada penonton. Selain berhasil memerankan Alex yang egois, ia juga berhasil menunjukan bagaimana rasanya menjadi orang yang sakit, cidera serta kedinginan kala terdampar di sebuah gunung es dengan sungguh baik.

Tidak seperti film survival lainnya, The Mountain Between Us terbilang tidak memperlihatkan betapa sulitnya bertahan hidup di alam bebas. Semua terlihat lebih gampang dalam film ini. Bagaimanapun, film ini bergenre romantis dengan balutan survival dan sang sutradara tampak lebih fokus mengangkat sisi romantis dari novel ke dalam film.

Selagi kamu menonton film ini, tampaknya kamu akan menemukan banyak kejanggalan yang menimbulkan pertanyaan. Namun, jangan lupa film ini yaitu film romantis. Seperti sebuah percintaan, tampaknya banyak hal yang tidak mampu dijelaskan dengan logika.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *